WELCOME

🦲🦲🤩🦲🦲

STRANGERS

🦵🦵🤔🦵🦵

THERE'S

🦵🦵🤗🦵🦵

NOTHING

🦵🦵😥🦵🦵

HERE

But thanks to visit my site 😁

Rabu, 31 Oktober 2018

Koperasi Pasar (KOPPAS)


Pengertian

Seperti yang kita ketahui, Koperasi  pasar atau yang lebih dikenal dengan Koppas masuk kedalam bagian bentuk dari koperasi berdasarkan status anggota. Yang berarti anggota dari Koperasi pasar adalah para pedang pasar tradisional . Dimana para pedagang ini bukan hanya memanfaatkan Koppas untuk kepentingan usahanya namun mereka juga berperan dalam mengawasi dan mengelola kegiatan koperasi.

Sehingga bisa disimpulkan Koperasi  pasar merupakan suatu badan hukum yang diawasi, dibentuk, dibiayai, dikelola, dan diawasi oleh para pedagang pasar untuk akhirnya dimanfaatkan oleh pedagang pasar terutama di pasar tradisional demi kepentingan usahanya.

Tujuan dan Bentuk Koppas

Tujuan utama dari Koppas yaitu memberikan bantuan bagi para pedagang pasar dalam melancarkan usaha mereka. Dalam usahanya membantu para pedagang Koppas dapat berbentuk koperasi produksi , koperasi simpan pinjam dan koperasi serba usaha yang bisa dimanfaatkan para pedangang untuk membeli bahan ataupun dana yang diperlukan demi kelancaran usaha mereka Namun bentuk Koppas yang paling sering ditemui adalah koperasi simpan pinjam.

Bagi para pedagang pasar Koppas yang berbentuk simpan pinjamlah yang membantu karena pinjaman dari koperasi memiliki bunga yang lebih kecil dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya dan jangka waktu pengembalian yang diberikan koperasi relatif lebih lama.

Selain itu, sesuai dengan prinsip koperasi yang berazaskan kekeluargaan sehingga misi utama dari Koppas ini yaitu mensejahterakan para pedagang pasar sehingga para pedangang pasar dapat bernafas lega tanpa takut dihantui oleh para rentenir dan sistem pengijon seperti yang dilakukan oleh Koperasi Kumbasari- Badung di kota Denpasar, Bali.

Koppas Kumbasari- Badung didirikan pada tahun 1981. Anggota koperasi ini tidak hanya terdiri dari pedagang dari pasar Kumbasari dan pasar Badung tapi dari pasar lainnya juga. Diawal berdiri misi utama dari Koppas ini memang untuk membebaskan pedagang pasar dari jerat rentenir karena pada saat itu kondisi pedagang pasar sangatlah memprihatinkan, banyak dari mereka yang kesulitan modal bahkan banyak dari pedangang terutama pedagang kecil yang tidak mampu untuk membayar sewa tempat dipasar.
http://annisahidayatiiamal.blogspot.com/2015/01/kisah-sukses-koperasi-kumbasari.html
                                   
Dalam upayanya untuk membantu para pedagang para pengurus mendatangi pedagang untuk menawarkan pinjaman dan untuk sistem penagihan sendiri pengurus juga mendatangi pedagang setiap harinya sehingga pedagang bisa membayarnya beransur tanpa memberatkan mereka. Bahkan untuk simpanan pokok agar tidak memberatkan pedagang Koppas Kumbasari- Badung hanya menarifkan Rp. 5000/ anggota yang bisa dicicil sebanyak 5 kali oleh pedagang.

Tentunya upaya para anggota menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakpercayaan pedagang dan rentenir yang tidak menyukai koperasi ini berdiri, namun berkat usaha dan kegigihan para pengurus Koppas ini tetap berdiri sampai sekarang dan terus mengukir prestasi dalam membantu kesejahteraan pedagang pasar.

Bukan hanya sebagai kreditur, Koppas Kumbasari- Badung juga berperan sebagai penyalur bantuan kredit yang diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM saat terjadi musibah kebakaran yang menimpa pedagang pasar Badung tahun 2016 silam. Bersama dengan Koppas Kamboja kedua koperasi ini dipilih karena dinilai memiliki kinerja yang baik. Koppas Kumbasari- Badung dan Koppas Kamboja diberikan kredit masing- masing sebesar Rp. 15 miliar dan Rp. 9 miliar. Karena mereka korban bencana kebakaran, maka LPDB menggunakan special rate, yaitu 0,125 persen perbulan atau sekitar 3 persen pertahun. Dana tersebut selanjutnya akan diberikan kepada 1.258 pedagang yang menjadi korban kebakaran.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dalam sambutan peresmian relokasi pedagang Pasar Badung korban kebakaran ke eks Tiara Grosir di Kota Denpasar, Pedagang pasar di pasar tradisional di seluruh Indonesia harus menjadi prioritas bagi LPDB dalam penyaluran dana bergulir. Semakin banyak LPDB menyalurkan kredit ke koperasi, maka ekonomi kerakyatan bisa lebih berkembang. Karena, ekonomi kerakyatan itu identik dengan pasar tradisional, dengan bunga kredit dari LPDB sebesar 0,1 persen bagi koperasi pedagang Pasar Badung, itu sangat murah. Dan koperasi menyalurkan kreditnya kepada pedagang khususnya yang terkena musibah, jangan lebih dari 0,45 persen. Dan ini yang pertama di Indonesia, koperasi di Bali bisa memberikan bunga kredit yang sangat ringan.

Koppas Kumbasari- Badung juga telah menyiapkan dana Rp. 2 miliar jika sekiranya dana pinjaman yang diberikan oleh LPDB belum cukup untuk mebiayai pedagang yang menjadi korban kebakaran. Tentunya pedagang yang akan diberikan pemberian pinjaman ini harus didata dan diseleksi dengan ketat karena menurut ketua Koppas Kumbasari- Badung, AA. Suma Widana seleksi ini dilakukan agar bisa menghindari para pedagang nakal sebab yang mereka jaminkan adalah sertifikat peribadi bukan asset koperasi sehingga pihaknya lebih berhati- hati dan memprioritaskan pedagang yang menjadi anggota.

Selain bentuk- bentuk yang diatas Koppas memiliki bentuk lain berdasarkan tingkatannya. Terdapat 2 jenis koperasi diantaranya yaitu : koperasi primer dan koperasi sekunder.

Koperasi primer bisa dibilang merupakan koperasi yang mandiri, maksudnya koperasi ini dalam mengelola usahanya murni dengan cara bahu membahu antara anggotanya, salah satu syarat penting untuk mendirikan koperasi primer yaitu memiliki minimal 20 orang anggota. Contohnya seperti Koppas Kumbasari- Badung yang diatas.

Koperasi sekunder merupakan gabungan dari koperasi primer, penggabungan koperasi bisa dari usaha yang sejenis atau dari beberapa jenis usaha misalnya seperti Koppas Kumbasari- Badung yang bergerak dibidang simpan pinjam bekerja sama dengan Koppas Srinadi yang bergerak dibidang serba usaha. Koperasi sekunder jika dilihat berdasarkan gabungannya dapat dibagi lagi menjadi 3, yaitu koperasi pusat, gabungan koperasi dan induk koperasi.

Pertama, koperasi pusat yaitu gabungan sekurangnya lima koperasi primer yang berbadan hukum namun dalam wilayah kota atau kabupaten yang sama. Kedua, gabungan koperasi adalah gabungan dari paling sedikit tiga koperasi pusat yang berbadan hukum pada tingkat seprovinsi atau lebih. Lalu yang ketiga, induk koperasi yaitu gabungan minimal tiga koperasi yang wilayah kerjanya sangat luas yaitu seluruh Indonesia.

Keuntungan Pasar yang Memiliki Koperasi

Koperasi pasar dan pasar sendiri merupakan satu kesatuan yang berkaitan sangat erat dan saling melengkapi satu sama lain. Kegiatan usaha di pasar akan semakin hidup dan produktif dengan adanya koperasi karena bisa dikatakan Koppas merupakan pelindung bagi pedagang pasar jika terjadi kendala dalam usahanya.

Peran penting Koppas bukan hanya sebatas sebagai lembaga yang menyalurkan dana bantuan atau menyediakan modal berupa uang dan barang bagi para pedagang pasar namun juga sebagai suatu organisasi yang dapat mempersatukan para pedagang pasar, mengedukasi para pedagang tentang cara berdagang yang baik serta betapa pentingnya untuk bekerja sama dengan koperasi, dan yang terakhir Koppas juga dapat berperan sebagai perantara produsen dengan pedagang sehingga biaya distribusi bisa ditekan dengan begitu barang yang dijual oleh pedagang bisa lebih murah sehingga terjangkau untuk masyarakat luas tanpa perlu membebankan pedagang itu sendiri.

Pengoptimalan Koppas

Jika Koppas tersebut bisa berfungsi dan berperan secara optimal maka Koppas itu dapat menjadi penyokong utama dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang yang menjadi anggotanya. Masih jarang sekali Koppas yang bisa ditemui selain Koppas yang bergerak dibidang usaha sebatas simpan pinjam dan supplai bahan jarang padahal saat ini sering sekali kendala bukan hanya sebatas modal saja namun keahlian.

Persoalan modal kadang juga menjerat koperasi sehingga banyak sekali kita melihat koperasi yang vakum atau bangkrut. Agar terhindar dari permasalahan ini koperasi harus mampu untuk menciptakan sebuah prestasi dan memperluas cakupan usahanya dengan cara menjalin kerja sama dengan mitra- mitra strategi seperti perusahaan, koperasi produsen, koperasi konsumen, dan pihak lain. Dengan cara ini koperasi pasar bisa menyediakan kebutuhan bagi mitra-mitra tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Koppas Srinadi di kecamatan Klungkung.

http://koppassrinadi.com/index.php/pelayanan-usaha-22/unit-swalayan.html


Koppas Srinadi Klungkung mulai didirikan tahun 1985 oleh Bapak Bupati Klungkung dan Kepala Pasar Umum Klungkung pada saat itu. Beliau ingin membuktikan jika koperasi dikelola dengan baik maka akan sangat bermanfaat sesuai dengan fungsi dan tujuannya selain itu koperasi juga dianggap sebagai lembaga yang tepat dan mutlak diperlukan simbiosisnya guna cepat tercapainya tujuan dan cita- cita.



Saat ini Koppas Sriadi sudah melebarkan usahanya ke berbagai unit seperti simpan pinjam, radio, mini swalayan, swalayan bangunan, grosir, wisata tirta, bengkel, percetakan dan konveksi. Koppas ini juga memiliki banyak sekali prestasi yang diraih, prestasi terbaru yang diraih antara lain terpilih sebagai koperasi berprestasi tingkat nasional tahun 2016 dan meraih penghargaan Koperasi Award tahun 2016 dari Menkop Dan UKM RI di Jambi tahun 2016.

Selain melebarkan usahanya cara untuk mengoptimalkan Koppas juga dapat dilakukan dengan 3 hal lainnya. Yang pertama, meningkatkan kualitas SDM manajemen maupun anggota (pedagang) agar sadar pentingnya keberadaan koperasi pasar sebagai penyokong ekonomi pasar. Kedua, perlunya dukungan pemerintah dalam menggalakkan aktivitas ekonomi di pasar termasuk memberikan dukungan modal bagi operasional koperasi dan modal pedagang. Lalu yang ketiga, mendorong UKM, perusahaan besar, konsumen maupun masyarakat agar membeli produk-produk pasar tradisional.





Referensi 

https://www.inilah.com/home/search?cx=partner-pub-6588435588261309%3A1174774642&cof=FORID%3A10&ie=UTF-8&q=koperasi&sa= 

https://news.okezone.com/read/2016/05/03/542/1379002/menteri-puspayoga-koperasi-pedagang-pasar-tradisional-harus-jadi-prioritas-lpdb

https://www.nusabali.com/berita/4903/koperasi-kumbasari-cadangkan-rp-2-miliar


https://ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/20601 

http://purbalanjar.indonesianforum.net/ 

http://koppassrinadi.com/index.php/informasi.html


https://uangteman.com/blog/berita-bisnis/peran-vital-koperasi-pasar/











Sabtu, 27 Oktober 2018

The management of natural resources in Indonesia



A natural resource is what people can use which comes from the natural enviroment. Examples of natural resources are air, water, wood, oil, wind energy, natural gas, iron, and coal. 
The dividing line between natural resources and man-made resources is not clear-cut.
Hydro-electric energy is not a natural resource because people use turbines to convert the energy from moving water. Petroleum and iron ores are natural, but need work to make them into usable refined oil and steel. Atomic energy comes from metallic nuclear fuels, like fissionable uranium and plutonium, but natural rocks need technical work to make them into these nuclear fuels.

Rabu, 24 Oktober 2018

Makalah Bentuk- Bentuk Perusahaan

MAKALAH
PENGANTAR BISNIS


Bentuk- Bentuk Perusahaan

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pengantar Bisnis
Dosen Pembimbing :
Mufid Suryani




Pertanian di Indonesia


Sektor Pertanian di Indonesia
          Di Indonesia pertanian mempunyai peran yang sangat strategis dan penting. Selain sebagai pendorong dalam pertumbuhan ekonomi nasional karena sebagai kontributor kedua terbesar kedua setelah industri manufaktur terhadap PDB, juga penyedia bahan-bahan pokok agar inflasi tetap terkendali dan penghasil devisa Negara.  Sebagai penggerak ekonomi rakyat, peran nyata pertanian dalam konteks ini adalah sebagai penyedia langangan kerja bagi masyarakat dan sumber pendapatan utama petani.Dr. Abdul Basit,

      Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, PSEKP, Kementerian Pertanian mengatakan, selama lima tahun terakhir (2011-2016) jumlah penduduk yang bekerja pada sektor pertanian sekitar 38,3 juta – 42,5 juta orang atau sekitar 31,7 persen – 37,9 persen dari angkatan kerja penduduk Indonesia.  

         Hal tersebut ia katakan saat menjadi salah satu narasumber dalam seminar nasional bertajuk “Pembangunan Pertanian Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Petani” di Universitas Medan Area, Sumatera Utara pada 5 April lalu.Kondisi ini, lanjut, Abdul Basit membuktikan bahwa sektor pertanian masih mendominasi sektor kerja di Indonesia.  Namun demikian produktivitas tenaga kerja pada sektor pertanian relatif paling rendah dibandingkan dengan produktivitas tenaga kerja pada sektor lainnya.  Oleh karena itu peran inovasi pertanian menjadi sangat penting dalam mendorong perbaikan produktivitas tenaga kerja sektor pertanian agar bisa sejajar dengan sektor lainnya. Sehingga peran pertanian sebagai penggerak ekonomi makin meningkat.

       Sumber pendapatan Rumah Tangga Petani (RTP) Indonesia hampir sekitar 78,6 persen berasal dari sektor pertanian, dan hanya 21,4 persen berasal dari non pertanian.Mengingat sektor pertanian sebagai sumber pendapatan utama, maka upaya pengembangan inovasi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya produksi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani menjadi sangat penting.


Nilai tukar Petani
          Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. Secara konsepsional, Nilai Tukar Petani (NTP) diartikan sebagai pengukur kemampuan tukar barang-barang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian.

       Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan salah satu indikator proxy untuk melihat tingkat kesejahteraan petani. Indeks ini juga dapat digunakan untuk menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Sehingga, ada indikasi bahwa semakin tinggi NTP, relatif semakin sejahtera tingkat kehidupan petani.

Kriteria NTP
Secara umum, Terdapat 3 kriteria NTP yaitu :
a. NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar.
b. NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar.
c. NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar.

Unsur Pembentuk Nilai Tukar Petani :
  1. Indeks harga yang diterima petani (It) adalah perbandingan antara harga yang diterima petani pada tahun berlaku dengan harga tersebut pada tahun dasar.
       Indeks harga yang diterima petani meliputi 2 kelompok yaitu:
                   1) kelompok tanaman bahan makanan(TBM)
                           - Indeks kelompok padi
                           - Indeks kelompok palawija
                           - Indeks kelompok sayur-sayuran
                           - Indeks kelompok buah-buahan
                    2) kelompok tanaman perdagangan rakyat(TPR)
                            Indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat

2. Indeks harga yang dibayarkan petani (Ib) adalah perbandingan antara harga yang                  dibayarkan petani pada tahun berlaku dengan harga yang dibayarkan petani pada tahun        dasar
    Indeks harga yang dibayar petani meliputi 2 kelompok besar yaitu:
          1) Konsumsi rumah tangga (KRT)
                     - Indeks kelompok makanan
                     - Indeks kelompok perumahan
                     - Indeks kelompok pakaian
                     - Indeks kelompok aneka barang dan jasa
          2) Kelompok Biaya Produksi & Penambahan Barang Modal (BPPBM).
                     - Indeks kelompok non faktor produksi
                     - Indeks kelompok upah
                     - Indeks kelompok lainnya
                     - Indeks kelompok penambahan barang modal
           NTP ditentukan oleh interaksi antara empat unsur harga yang terpisah, yaitu harga luaran pertanian, harga masukan pertanian, harga luaran sektor industri perkotaan (non pertanian) dan harga masukan sektor non-pertanian.

Investasi di Sektor Pertanian
          Salah satu faktor penting yang sangat menentukan investasi disektor pertanian bukan hanya laju pertumbuhan output, melainkan juga tingkat daya saing global dari komoditas-komoditas pertanian merupakan modal investasi yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan yang sifatnya bisa langsung atau tidak langsung terkait dengan proses produksi. Langsung, misalnya untuk membeli mesin baru atau peralatan-peralatan modern dan inpu-input lainnya untuk keperluan kegiatan produksi pertanian. Tidak langsung, misalnya untuk kegiatan penelitian dan pengembangan proses produksi maupun output dan input, dan untuk menyelengarakan pelatihan-pelatihan bagi petani (peningkatan sumber daya manusia), misalnya manajemen, quality control, cara-cara yang baik dalam membajak tanah, bercocok tanam dan penanganan pasca panen, dan sebagainya.

          Modal bisa bersumber dari investasi dari luar negeri dan/atau dalam negeri dan dana pinjaman (kredit) dari bank. Hasil studi yang dilakukan oleh Supranto (1998) menyimpulkan bahwa rendahnya laju pertumbuhan sekor pertanian, khususnya di sub sektor bahan makanan, antara lain disebabkan oleh kurangnya investasi dari dalam dan luar negeri disektor tersebut dan kredit yang mengalir kesektor tersebut relative kecil jika dibandingkan kesektor lain, seperti industri manufaktur. Alasannya adalah kegiatan pertanian mempunyai risiko, misalnya gagal panen, jauh lebih tinggi dibandingkan kegiatan industri karena sektor pertanian sangat tergantung pada iklim. Selain itu, kegiatan industri manufaktur memiliki nilai tambah atau keuntungan yang jauh lebih tinggi disbanding kegiatan pertanian.

      Selain itu, studi dari simatupang (1995) juga memberikan suatu informasi yang berharga yang menujukkan bahwa kredit perbankan lebih banyak mengucur kesektor industri manufaktur dan sector jasa daripada kesektor pertanian, hal itu menyebabakan sektor pertanian menderita underinvestment, yang menunnjukan bahwa investasi kesektor pertanian cenderung menurun dibanding ke sektor industri dan jasa. Penurunan ini dapat dikaitkan dengan sifat investasi di sektor pertanian yang rate of return on investmen (ROI)-nya rendah sehingga kurang menarik bagi investor.                                                                            

Keterkaitan pertanian dengan Industri Manufaktur
       Jika mau berkaca dari negara yang telah lebih dahulu maju dibanding dengan Indonesia, pada awalnya mereka (negara-negara maju) menitikberatkan pembangunan perekonomian mereka pada sektor pertanian untuk kemudian dikembangkan dan beralih perlahan-lahan menjadi sektor industri. Perubahan ini tidak berlangsung secara tiba-tiba melainkan dengan serangkaian proses yang panjang dan tentunya pertanian dijadikan sebagai pondasi, baik sebagai penyedia bahan baku maupun modal untuk membangun industri.

    Berkaca pada krisis yang telah terjadi, proses industrialisasi yang didengung-dengungkan pemerintah kurang mendapat moment yang tepat. Pada akhirnya Indonesia yang direncanakan akan menjadi negara industri-dalam waktu yang tidak lama lagi, tidak terwujud hingga saat sekarang ini.

         Melihat kenyataan itu, sudah seharusnya kita memutarbalikkan kemudi ekonomi untuk mundur selangkah merencanakan dan kemudian melaksanakan dengan disiplin setiap proses yang terjadi. Yang terpenting yaitu harus dapat dipastikan bahwa sektor pertanian mendapat prioritas dalam proses pembangunan tersebut. Mengingat, sampai dengan saat ini negara-negara maju pun tidak dapat meninggalkan sektor pertanian mereka, hingga kalau sekarang kita coba melihat sektor pertanian sekelas negara maju, sektor pertanian mereka mendapat proteksi yang besar dari negara dalam bentuk subsidi dan bantuan lainnya.

         Ada beberapa alasan (yang dikemukakan oleh Dr.Tulus Tambunan dalam bukunya Perekonomian Indonesia) kenapa sektor pertanian yang kuat sangat esensial dalam proses industrialisasi di negara Indonesia, yakni sebagai berikut :
  1. Sektor pertanian yang kuat berarti ketahanan pangan terjamin dan ini merupakan salah satu prasyarat penting agar proses industrialisasi pada khususnya dan pembangunan ekonomi pada umumnya bisa berlangsung dengan baik. Ketahanan pangan  berarti tidak ada kelaparan dan ini menjamin kestabilan sosial dan politik.
  2. Dari sisi permintaan agregat, pembangunan sektor pertanian yang kuat membuat tingkat pendapatan rill per kapita disektor tersebut tinggi yang merupakan salah satu sumber permintaan terhadap barang-barang nonfood, khususnya manufaktur. Khususnya di Indonesia, dimana sebagaina besar penduduk berada di pedesaan dan mempunyai sumber pendapatan langsung maupun tidak langusng dari kegitan pertanian, jelas sektor ini merupakan motor utama penggerak industrialisasi.
  3. Dari sisi penawaran, sektor pertanian merupakan salah satu sumber input bagi sektor industri yang mana Indonesia memiliki keunggulan komparatif.
  4. Masih dari sisi penawaran, pembangunan yang baik disektor pertanian bisa menghasilkan surplus di sektor tersebut dan ini bisa menjadi sumber investasi di sektor industri, khususnya industri berskala kecil di pedesaan.
         Ketika hal ini berjalan dengan baik, maka kita dapat meningkatkan produk-produk pertanian kita sejalan dengan peningkatan industri manufaktur yang membutuhkan bahan  baku yang kita produksi dari para petani-petani kita. Maka dari itu, peningkatan pendapatan para petani akan berkorelasi positif terhadap meningkatnya kesejahteraan petani dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kasus Pengelolaan SDA di Indonesia

Sektor Pertanian RI Kalah dari Thailand dan Vietnam, Kenapa?

Liputan6.com, Jakarta - Institute for Developement of Economic (INDEF) menilai sektor pertanian Indonesia sudah jauh tertinggal dari negara tetangga, yaitu Thailand. Padahal, luas lahan di Thailand jauh lebih sempit dibanding Indonesia.
Wakil Direktur INDEF, Eko Listiyanto mengatakan dengan lahan yang sedikit, Thailand mampu menjadi eksportir beras terbesar kedua di dunia. "Pasar beras Thailand 22 persen di dunia," kata Eko di kantornya, Rabu (18/4/2018).
Negara Gajah Putih tersebut berada satu peringkat di bawah Vietnam. Berdasarkan data World Stock Export, dari 15 negara eksportir pangan, Thailand berada di peringkat ke-2 di bawah Vietnam.
Eko menjelaskan, ekspor Thailand sangat tinggi sebab produksi banyak dan penduduknya sedikit. Thailand juga mampu mengelola stabilitas pangan di dalam negeri.
"Ekspor dia terhadap GDP lebih tinggi, penerimaan dia dari jualan ke luar negeri sisi total relatif secara stabilitas. Kita kalah bukan hanya main bola tapi juga pangan. Padahal penduduk di sana 68 juta, kita 250 juta jiwa," ujar dia.
Selain itu, pemerintah Thailand juga dikenal memiliki komitmen yang tinggi dalam mengembangkan sektor pertaniannya. Oleh sebab itu Thailand mampu merajai pasar beras di dunia.
Eko mengungkapkan, Indonesia juga sudah mampu ekspor beras. Namun jumlahnya sangat sedikit dan masih impor.
"Indonesia masuk 10 besar konsumen importir beras di dunia. Ini gambaran bahwa sektor pertanian kita belum terurus dengan benar, sehingga relatih dari pemerintahan yang manapun sektor pertanian tidak diperhatikan dengan sungguh-sungguh,” kata dia.