Rabu, 24 Oktober 2018

Kekeliruan Saat Membuat Review Text

Hello everyone!!
sekarang saya mau bahas tentang review text.
kenapa?
sebenernya cuma iseng sih pas liat- liat buku waktu SMA
oke, kita langsung aja...

Pertama- tama kita harus tau dulu  "What is review text?"
= So, review text is the text that used to evaluate the art work, for example is movies, books, concert, musical show, or some product just like car or etc.

  The purpose of review text is to summarize, analyse, and respond to an art work. Review text also used to critique an art work for a public audience.

   The schematic structure/ text organization of review text are:
1. Orientation :
              The background information of the text.
2. Interpretative recount :
              Summary of an art work.
3. Evaluation:
              Concluding statement ( judgment, opinion, or recomendation).
4. Evaluative summation
              The last opinion consisting of the appraisal or punchline of the art work being                    reviewed.

    The linguistic features of the review text are :
1. The use of complex and compound sentences
2. The use of adjectives and phares of appraisal
3. The use of mataphorical expression
4. The use of noun phares

       Alright, kita balik lagi pakai bahasa Indonesia karena saya mau membahas beberapa kekeliruan saat membuat review text (pengalaman sendiri)

1. Orientation diisi interpretative recount
    =  Banyak banget yang suka keliru disini, jadi background yang dimaksud orientation bukan sinopsis ceritanya tapi asal- usul kenapa artwork itu bisa dikenal sehingga  pantas untuk direview. Misalnya jika kita mereview tentang novel maka yang kita tulis cetakan pertama tahun berapa, terjual berapa eksemplar, bagaimana  popularitasnya dan sebagainya. Jadi keduanya jelas beda ya...

2. Gak bisa bedain evaluative summation dan evaluation
    =  Jadi, bedanya itu kalau evaluation adalah evaluasi umum/keseluruhan tentang art work yang kita review kayak kelebihan dan kekurangannya sedangkan evaluative summation adalah opini akhir atau pendapat pribadi kita sendiri tentang art work itu apakah layak dinikmati atau bisa juga kita rekomendasi umur berapa yang kira- kira bisa menikmatinya

3. Mana yang lebih dulu, interpretative recount atau evaluation?
    =  Sering kita temui di blog- blog ataupun di buku ada yang meletakkan interpretative  duluan ada juga yang menaruh evaluation duluan. Saya sendiri penganut interpretative yang terlebih dahulu. Lalu mana yang benar?
        
        Sebenarnya keduanya benar, itu tergantung penulisnya saja. Biasanya beberapa orang meletakkan evaluation duluan agar tidak tertukar dengan evaluative summation sehingga lebih mudah untuk dipelajari. Tapi untuk orang sudah paham betul tentang review teks mungkin meletakkan di bawah interpretative recount. Kenapa begitu?

        Karena bukankah lebih baik jika kita memberi gambaran tentang art work yang kita review sebelum mengevaluasinya. Dengan begitu pembaca bisa lebih mudah mengerti mengapa kita menunjuk bagian ini sebagai kelemahan dan bagian yang  itu sebagai kelebihannya, dan mungkin juga pembaca bisa memiliki pendapatnya terlebih dulu sebelum melihat pendapat kita.

Oke, itu aja yang saya bahas dari review teks kalau ada pertanyaan lainnya silahkan tulis di kolom komentar. thank you 

0 komentar:

Posting Komentar